Kerajinan Kulit Desa Wukirsari, Imogiri Bantul
Desa Wisata Gilangharjo merupakan salah satu Desa Wisata yang ada di Bantul yang dikembangkan menjadi desa wisata menarik dengan keunggulan kampung pertanian organik dan perikanan. Dengan luasan pertanian yang mencapai 280 hektar, menjadikan wisatawan yang berkunjung ke sini akan menikmati indahnya areal persawahan dan belajar cara pengolahan pertanian.
Dengan Motto Desa “berjalan Serempak Menuju Kemandirian” Desa Gilangharjo memadukan antara wisata pertanian dan tradisi kebudayaan Jawa yang telah ada. Adapun Situs sejarah sebagai kekayaan budaya di Desa Gilangharjo dimana menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Jawa antara lain Selo Gilang, yang merupakan batu dimana tokoh-tokoh kerajaan Mataram biasa bertapa dan mendapat wangsit.
Beberapa tradisi kebudayaan yang menjadi potensi wisata budaya di Desa Gilangharjo antara lain pertunjukan karawitan dan gamelan bertopeng, Jedhog Lesung oleh para ibu dengan alunan nada dari kayu lesung. Ada juga kerajinan topeng dan kerajinan kayu. Potensi kekayaan kuliner juga menjadi daya tarik Desa Wisata Gilangharjo dibuat oleh penduduk seperti aneka abon, Srundeng, gula kelapa, hingga roti dan pastry.
Berikut ini beberapa potensi budaya yang menjadi khas Gilangharjo :
Jathilan (Dusun Bongsren, Jodog)
Reog (Dusun Karanggedhe)
Marching Blek (Dusun Jodog)
Macapat (Dusun Bongsren)
Wayang Kertas (Dusung Karangasem)
Gamelan Bertopeng “GARENG”
Lokasi : Dusun Gilangharjo, Pandak, Bantul, Jogjakarta.
Dari perempatan Palbapang Bantul (Pasar Bantul Keselatan 2 KM) masih keselatan kurang lebih dua kilometer. Dari Jogjakarta naik bus menuju arah Pantai Samas kemudian turun di pertigaan kaligondang atau 1,8 km dari perempatan Palbapang. Nah dari tempat tersebut tinggal jalan kaki kekanan atau barat kurang lebih 200 meter.
Selain keindahan alam fasilitas yang ada di Desa Wisata Gilangharjo adalah pasar tradisional yang menyediakan Souvenir
