Desa Kerajinan Kipas Bambu

Harga Artikel
Deskripsi Produk Desa Wisata Kerajinan Jipangan terletak di Dusun Jipangan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Secara geografis Pedukuhan Jipangan merupakan daerah pegunungan dan berupa hamparan sawah. Pedukuhan Jipangan berbatasan dengan Pedukuhan Banyon, Pendowoharjo dan Sungai Bedog (timur).

Luas wilayah Pedukuhan Jipangan 71.489 Ha, jumlah penduduk 1680 jiwa, terbagi atas 10 Rukun Tetangga dan terdiri dari 455 Kepala Keluarga.

 

Menggarap lahan pertanian dan pembuatan produk kerajinan bambu merupakan penghasilan pokok warga demi kelangsungan hidupnya. Produk kipas bambu (souvenir) yang dirintas sejak tahun 1985 hingga sekarang mampu mendobrak perekonomian dan merupakan penghasilan andalan warga Jipangan.


Desa Kerajinan Jipangan mempunyai rintisan atau gagasan untuk mempromosikan hasil produk industri kerajinan sebagai desa tujuan wisata baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara dimana pedukuhan-pedukuhan penghasil produk kerajinan tersebut kemudian disingkat dengan nama KAJIGELEM yang terdiri dari:
- Pedukuhan Kasongan, sentra industri kerajinan gerabah

- Pedukuhan Jipangan, sentra industri kerajinan kipas bambu
- Pedukuhan Gendeng, sentra kerajina tatah dan sungging kulit perkamen
- Pedukuhan Lemahdadi, sentra industri kerajinan patung batu
Kipas Bambu produk Desa Wisata Kerajinan Jipangan (http://desawisata-jipangan.com)


Pedukuhan Jipangan merupakan salah satu daerah tujuan wisata ingin berbenah diri menata lingkungan dan menjaga kualitas hasil produknya. Dalam hal pemasaran hasil produk kerajinan kipas bambu tersebut tidak hanya pasaran dalam negeri melainkan sudah ekspor ke mancanegara.

Sejarah Kerajinan Kipas Bambu

Pelopor kerajinan kipas bambu di Jipangan adalah Bapak Alifa. Sebenarnya, kerajinan ini bukanlah asli dari Pedukuhan Jipangan, melainkan dibawa oleh Pak Alifa dari daerah Ndowo, yang lokasinya tak jauh dari Pedukuhan Jipangan.Akan tetapi, seiring perkembangan jaman, Kerajinan Kipas Bambu di Jipangan jauh lebih pesat berkembang daripada di daerah aslinya, yaitu Ndowo.

Mulai sekitar tahun 1987, kerajinan kipas bambu mulai dibawa & diproduksi di Dusun Jipangan. Dari awalnya yang hanya satu pengrajin yaitu Bpk. Alifa sendiri, sekarang telah ada lebih dari 30 pengrajin yang menyerap lebih dari 250 tenaga pekerja untuk menggerakkan Sentra Kerajinan Kipas Bambu di Pedukuhan Jipangan ini.


Saat ini telah berdiri sebuah kelompok pengrajin kipas dari Jipangan dengan nama Mas Panji yang merupakan singkatan dari Masyarakat Pengrajin Jipangan dengan Kantor Sekretariat yang terletak di RT 04. Mas Panji didirikan bertujuan sebagai sarana komunikasi antara pengrajin dalam membangun dan mengembangkan usaha kerajinan di Dusun Jipangan. Usaha kerajinan kipas bambu ini telah berhasl mengangkat perekonomian masyarakat Jipangan khususnya setelah hancur oleh gempa pada tahun 2006 silam.



Postingan populer dari blog ini

Selamat hari Ibu - Merinding membacanya

Kerajinan Kulit Ikan Pari Dari Kabupaten Sleman

Kerajinan Kulit Desa Wukirsari, Imogiri Bantul