Pasar Seni Gabusan Yogyakarta
| Harga | Artikel |
|---|---|
| Deskripsi Produk | Siapa yang tak kenal dengan Yogyakarta? Siapa yang tidak kenal dengan keunikan dan cita rasa tinggi dalam setiap produk kerajinan asal Yogyakarta. Semua orang sudah tau tentang itu, termasuk Anda tentunya. Tapi taukah Anda jika pusat para pengrajin kerajin terbanyak Yogyakarta justra berasal dari tetangganya, tepatnya Kabupaten Bantul. Di kabupaten yang luasnya 508,85 Km2, hampir tiap desa memiliki ratusan pengrajin kerajinan tangan. Seperti olahan tanah, kayu, bambu, batu, akar-akaran, rotan, kulit hingga limbah dan sampah. Karena Bantul terletak dari pusat Kota Yogyakarta dan sangat luas, maka banyak pengrajin yang kesusahan dalam memasarkan produksinya. Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah kabupaten Bantul sejak tahun 2004 dibangunlah sebuah pasar khusus untuk menampung hasil karya para pengrajin tersebut. Pasar seni ini mampu menampung 444 pengrajin yang terletak dalam masing-masing satu los. Sejak awal dibangun, Gabusan dirancang untuk membuka akses pengrajin ke pasar internasional. Perancangan bangunan pasar ini tak hanya melibatkan arsitek dalam negeri saja, tetapi juga mancanegara, tentu dengan menonjolkan arsitektur lokal. Terbagi dalam 16 los. Uniknya, para perajin Bantul dapat menikmatinya dengan gratis, tanpa pungutan biaya. Pasar Gabusan dengan luas 4,5 hektar ini terletak Jl. Parangtritis Km. 9,5 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Telp: 0274-7490553, 081804183383 Fax: 0274-367407. Pasar yang terdapat di bilangan jalan poros sebagai penghubung antara kota Yogyakarta menuju objek wisata Parang Tritis ini di kelola oleh dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi kabupaten Bantul. Menurut Dian Rustamaji kepala Unit Pengelolah Pasar Gabusan, pasar ini diharapkan sebagai sebagai pintu informasi bagi calon pembeli sekaligus pintu promosi bagi para perajin. “Jadi antara perajin dan pembeli bisa melakukan transaksi disini atau ditempat para perajin sendiri” Tutur Ayah dari 2 anak ini. Keberadaannya di jalan Parang Tritis rupanya merupakan kesengajaan pemerintah daerah Bantul untuk “mencegat” wisatawan yang menuju dan dan dari pantai parang tritis agar mampir berbelanja di pasar gabusan. Untuk lebih menarik minta pembeli didepan pasar Gabusan kini berdiri pula objek wisata pemandian dan permainan air yang juga sangat ramai dikunjungi wisatawan. Selain itu, pasar ini juga rajin melakukan upaya pendidikan pada masyarakat. Salah satunya membuka kelas bagi para pengunjung atau rombongan untuk belajar membuat kerajinan, seperti kerajinan keramik, membuat pigura dan lain sebagainya. Memasuk Pasar seni Gabusan, Anda akan disapa oleh gerbang yang menampilkan gong besar, disebut Gong Golong Gilig. Pada sisi kiri dan kanan pintu gerbang, tersedia resto yang akan memanjakan lidah. Desain ruko itu sengaja dibuat artistik sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Memasuki los pertama, Anda akan menikmati kerajinan tas yang terbuat dari bahan semacam rotan. Jenis kerajinan lain yang terdapat di los itu adalah kotak yang terbuat dari anyaman bambu, kerajinan eceng gondok dan lainnya. Terdapat ruko sebagai pusat informasi sekaligus tempat pelayanan kebutuhan wisatawan. Di pusat informasi, Anda bisa melihat detail produk termasuk harga dan berada di kios mana. Terhubung dengan jaringan internet, sehingga pembelian bisa dengan online. Setiap bulan September atau Oktober tiap tahunnya diadakan pameran dan bazar kerajinan dan seni dengan format pasar malam, rata-rata diikuti oleh 270-an perajin diluar perajin yang telah menempati kios didalam pasar. |
